Professor Istimewa



Mungkin ini sudah jalan dari Allah swt. saya di beri kesempatan untuk menimba ilmu di Pulau Jawa tepatnya UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Cita-cita yang sudah lama saya endam dan baru terwujud di tahun 2016 karena menerima beasiswa dari Dompet Dhuafa. Yaitu sekolah guru Indonesia (SGI), yang mana selain di bina untuk menjadi guru transformatif yang akan ditempatkan di wilayah pedalaman kamipun di amanatkan untuk S2 jurusan Manajemen Pendidikan. Konsep dari penerima manfaat SGI adalah fi sabilillah lebih tepatnya orang-orang yang menuntut ilmu.
Pada semester 1 saya dipertemukan dengan seorang Prof hebat. Beliau adalah Pprof.Dr.Rusmin Tumanggor, MA. Natah kenapa setiap melihat orang Medan pasti ada rasa yang berbeda. Hehehe, uda hukum alam kali ya. Alias ingin membanggakan kampung halaman sendiri. J
Sosok ayah kandungku ada di beliau, ghh...hampir sudah 4 bulan diriku tak bersua dengan ayah. Rindunyaaa... beberapa kemiripan:
1.      Sama-sama dosen
2.      Jika suruh baca pasti di mulai dari judul
3.      Meyayangi mahasiswa tanpa ada sekat
Ayah saat usiaku 24 Tahun

Doaku agar ayah dapat segera Prof ya yah...Aaminn... setelah satu semester belajar dengan Prof.Rusmin ada satu cerita yang menarik dari beliau. Saat IAIN Jakarta berubah nama menjadi UIN. Berikut kisahnya:Pertemuan para Profesor di Indonesia, pada tahun 2004. Membicarakan masalah spesifikasi keilmuan islam dan istilah jenis ilmu di Indonesia.
Prof menyatakan bahwa banyaknya artikel dan data dari Prof Azumardi Azra, Quraish Sihab, Komarudin Hidayat, termasuk Prof Rusmin Tumanggor, guru kami ini.Dari artikel Beliaulah, berupa data-data empirik, dan penemuan Beliau, maka kajian Ilmu dapat diterima oleh khalayak hingga diterima oleh Kemendik, hingga IAIN berubah menjadi UIN.
Adapun latar belakangnya yaitu adanya perbedaan pendapat para ilmuan tentang pengelompokan macam ilmu. Jika kita sering mengelompokkan ilmu umum dan agama maka ini adalah kesalahan. Pada dasarnya, jika kebiasan kita sudah mengelompokkan seperti itu, maka harus kita ganti pola fikirya. Seyogyanya, ilmu agama lawannya adalah ilmu atheis, ilmu umum lawannya ilmu khusus, bukan ilmu agama dan ilmu umum. Makayang lebih tepat adalah Ilmu itu hanya ada 2, Ilmu Umum dan Ilmu Khusus. Ilmu umum adalah ilmu agama, ilmu khusus adalah ilmu sains, sosial, ekonomi, dll sebagainya.
Didalam agama pun, apalagi agama islam, Ilmu hisab adalah matematika, ilmu teknologi adalah ilmu madda , ilmu botani adalah ilmu nabat, ilmu manusia /kedokteran/psikologi adalah ilmun nas. Induk dari semua ilmu tersebut adalah agama, maka jenis-jenis ilmu khusus pun terdapat pada Al-Quran.
Semua ini berkat enjelasan Prof....
Dedikasi Beliau dan kerendahan Hati Beliau. Beliau seorang pakar kristologi, satu-satunya yang mendapatkan sertifikat dari Harvard yang mampu menerjemah dan mengkritisi bibel. Walaupun begitu, Beliau tidak pernah mencaci kristen, selalu lembut dalam memaparkan pemahaman Beliau tentang isi bibel kepada kami. Sehingga jika terdapat non islam dikelas kami, maka mereka tidak akan tersinggung. Beliau pakar astrologi UI, dari astrologi tersebut Beliau menemukan inti jiwa dari semesta alam.Beliau sering meneliti tentang kejiwaan. Bahkan tidak sedikit Beliau meneliti di daerah konflik.Daerah Papua, Ambon, Aceh, Manado. Meneliti kejiwaan para manusia di daerah tersebut sehingga bisa diatasi masalah disana.
            Takjub bukan???
Satu hal yang menarik dari beliau juga pernah meneliti royalti yang harus didapatkan Indonesia dengan adanya freeport. Karena, kabarnya Indonesia hanya mendapatkan 16% dari total penghasilan freeport. Setelah penelitian tersebut, terhitung hari ini maka Indonesia mendapatkan 36% royalti. Tapi itu hal yang sangat mengecewakan, pemaparan dari Beliau.
Uniknya, setelah penelitian tersebut, Beliau diberikan royalti dari pihak terkait, untuk menerima kenang-kenangan berupa cek. Yang, apabila ditakar, maka isi cek tersebut setara dengan harga 2 mobil BMW, milyaran banyaknya. Akan tetapi Beliau menolak, karena tugas Beliau sudah selesai dan tidak ada hak Beliau atas hadiah tersebut. Padahal, setelah Beliau menceritakan kepada anak Beliau, Anak Beliau menjawab “Mengapa tidak Bapak terima saja, biar sepeda butut ini bisa jadi sepeda baru ?” saya dan semua teman-teman satu kelas amat takjub dengan jawaban beliau. “Tanamkanlah harta yang baik, uang yang baik, penanaman yang baik, makanan yang baik kepada keluarga kita. Karena, dengan begitu maka akan tumbuh generasi, keturunan, serta lingkungan yang cerdas, baik, dan berkah.” Maksudnya, semailah harta yang halal untuk ditebar kepada keluarga kita. Beliau berpesan kepada kami: “Buatlah perkembangan Ilmu dengan keislamanmu, dengan begitu, semuanya akan lancar”. “Saya yakin, kalian adalah generasi terbaik yang telah dipilih Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa, untuk melanjutkan visi kehidupan saya, serta selalu menebar manfaat”. “Saya senang, jika nanti pun saya akan pensiun, ada yang meneruskan perjuangan saya dan latar belakang perubahan nama Universitas ini sudah kalian ketahui dari saya langsung, yang ikut andil dalam perubahan tersebut”
Di usia beliau yang akan memasuki masa pensiun tahun ini yaitu 70 tahun, dan jika sehat beliau akan mendapatkan NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus) yang dapat mengajar hingga usia 79 tahun. Amiinn, kita doakan ya semuanya agar Prof. selalu dapat menebar kasih sayang kepada banyak orang. Baru ini merasakan kehangatan kasih sayang dari seorang Professor.
Terima kasih banyak Prof. jasa Prof. akan selalu kami kenang :)

Kuliah Terakhir di Semester 1 Pascasarjana UIN Syahid Jakarta dengan Prof.Rusmin


#MembentangKebaikan
#DDPendidikan
#SGIXXI
#S2MPIUINJKT
#KelasMetoLitPend
#SekolahGuruIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Episode 4

Muslimah dan Media Sosial

Episode 6