Inspirasi Guru Berkarakter
Minggu,
18 Desember 2016 kami berkesempatan menggelar acara Stadium Generale School of
Master Teacher untuk 63 guru-guru SD, wilayah Bogor dan Depok. Dengan
narasumber yang luar biasa yaitu Bapak Asep Sapa’at saya mencatat beberapa
point penting.
Bahwa
Kompetensi adalah Kemampuan menyelesaikan tugas dan persoalan. Dan karakter
berarti Sejumlah sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari. Ternyata
paradigma saya salah selama ini, tidak ada karakter buruk. Marah, sombong itu bukan
karakter namun tabiaat.
| Suasana acara pembukaan SMT 24 |
Contoh
karakter Anak yang disiplin, biasanya memiliki jadwal setiap harinya, sehingga
berjiwa disiplin dan pantang jika telat.
Sejatinya
seorang guru harus meningkatkan kompetensinya. Adapun beberapa komponen
Kompetensi :
1.
Bangunan –
2.
Peningkatan diri
3.
Menakar diri
4.
Linier
5.
To Be CV
Pondasi
Karakter
1.
Fondasi –
2. Akar
3.
Perbaikan diri
4. Hisab
diri - Siklus - To Do –
5. Laporan
Malaikat, Komunikator yang baik = lisannya baik, hal yang disampaikan mudah
dipahami, dan diterima oleh penerima pesan.
Dua
komponen di atas haruslah dimiliki oleh serang guru. Kompetensi, contohnya
profesor, bisa diraih dwngan latihan. Karakter ibarat Padi, Kompetensi ibarat
ilalang, Menanam padi otomatis tumbuh ilalang, menanam ilalang mustahil tumbuh
padi.
| Peserta SMT 24 Wilayah Parung |
Kompetensi
bagai dirikan tangga, Karakter yang menentukan apakah tangga itu telah
bersandar di tempat yang benar. Ingatlah bahwa Guru pintar membicarakan diri
sendiri, guru awam membicarakan kepintaran orang lain, guru berkarakter
membicarakan keburukan diri sendiri, suudzon positif, yaitu merefleksi diri
sendiri. Ketika membangun gedung tinggi yang menjulang, maka bangunlah
fondasinya.
Majulah Guru Transformatif menuju Indonesia
yang berkarakter !!!
Komentar
Posting Komentar