Smartekselensia, aku terpukau
Ini pertama kalinya saya menginjakan kaki di salah satu
kabupaten yang ada di Bogor, tepatnya di Jalan Raya Parung Bogor Km. 42 Ds.
Jampang Kec. Kemang Kabupaten Bogor Jawa Barat. Yap, LPI atau Lembaga
Pengembang Insani merupakan sebuah tempat yang memberikan kenyamanan bagi siapa
saja yang memasuki areanya termasuk saya.
Merupakan sebuah lembaga pendidikan milik Dompet Dhuafa
dalam menjalankan kebermanfaatannya dalam hal pendidikan. Walalupun baru dua
pekan hidup di suasana LPI, saya amat terpukau meskipun harus banyak belajar dalam
hal menyesuaiakan diri karena jujur saja saya baru pertama kali jauh dari orang
tua.
Subhanalloh.., tak ada kata yang pantas melebihi pujian
kepada Allah swt.
Sejauh ini, di dalam LPI ada beberapa program Dompet
Dhuafa dalam menjalankan program pendidikan. Seperti, Makmal Pendidikan, Smart
Ekselensia, dan tentunya Sekolah Guru Indonesia yang saat ini saya jalani.
Di antara banyak program tersebut, saya amat takjub
dengan semua anak-anak dari seluruh Indonesia yang berhasil di rekrut untuk dapat
bersekolah, yang normalnya SMP dan SMA 6 tahun namun mereka secara akselarasi
menjadi 5 tahun. Tentunya, semua anak-anak tersebut berasal dari keluarga yang
tidak mampu namun memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. Sepanjang bercengkrama
selama dua pekan ini saya amat salut dengan mereka semua.
Pergi meninggalkan orang tua di usia mereka yang mungkin
sekitaran 13 tahunan, yah tamat sekolah dasar kali yaaa... hanya dapat pulang
setahun sekali. Komunikasi dengan orang tua seminggu sekali. Tidak boleh
dijenguk di tiga bulan pertama mereka berada di LPI. Ya Rabb, takjub banget kan
ya. Saya saja ketika mau masuk SMP masih bermanja-manaj sama orang tua.
Selain itu, mereka itu jenius sekali. Pinter-pinter,
saaluuutttttt
Proud of them....
Suasana keislaman di LPI amatlah kental. Asas keIslaman
amat di junjung tinggi, sehingga saya tidak pernah menemukan lingkungan LPI dengan sampah-sampah kecil. Layaknya
Singapura, LPI merupakan miniatur negara Singa , hihihi ... ceile....yg belum bisa move on dengan acara di Singapura
beberapa bulan lalu. Ya Rabb, salut dengan lembaga zakat Dompet Dhuafa. Bukan karena
saya salah satu penerima manfaatnya, namun penelitian ini sudah saya lakukan
semenjak tinggal di Medan. Semoga, selalu Allah berkahi yaaaaa D_D...
Beberapa kebiasaan yang ada di LPI sukses karena ada
siswa SMART yang luar biasa. Layaknya pondok pesantren, LPI memiliki pola
pendidikan yang sama dengan pesantren.. Seperti ilmu yang baru saya dapatkan
kemarin, mendidik adalah menanam. Jika kita ingin tanamannya baik maka bibitnya
juga harus baik. Begitulah cara Dompet
Dhuafa ingin menanamkan nilai-nilai Islami sebagai landasan atau dasar dalam
mendidik. Adapun beberapa kebiasaan di LPI yang membuat saya kagum:
1. Diwajibkan
shalat fardhu dan sunnah berjamaah di masjid
2. Setiap
harinya seusai shalat fardhu pasti ada sesuatu yang dijadwalkan seperti:
kultum, dzikir, pembacaan hadis, tilawah dan banyak lagi yang lainnya
3. Ada jadwal
penggunaan bahasa Ingris dan Arab
4. Para
ustadz memberikan pengumuman untuk mengingatkan aktivitas yang harus dilakukan
para siswa mulai dari hal terkecil, seperti himbauan mencuci sampai hal besar
seperti himbauan untuk shalat.
Dua pekan bukanlah waktu yang cukup untuk saya menemukan
keluarbiasaan sekolah smartekselensia termasuk para siswanya. Siswa smart merupakan
generasi yang akan membuat Indonesia lebih baik lagi. Terakhir, semoga para
muzakki yang menzakatkan hartanya bisa merasakan keberkahan harta yang
diberikan kepada Dompet Dhuafa.

Komentar
Posting Komentar